Korupsi dalam bisnis tentu tidak hanya terjadi pada taraf
internasional, namun perhatian yang diberikan kepada masalah korupsi dalam
literatur etika bisnis terutama diarahkan kepada konteks internasional.
Skandal Suap Leockheed
Lockheed adalah produsen pesawat terbang
Amerika Serikat yang melakukan suap ke berbagai Negara dengan tujuan agar
produknya dapat di pasarkan, lalu terbulaka kasus ini dan dimuat diberbagai
media massa yang menimbulkan reaksi cukub hebat.
Lockheed merasa keberatan dengan Undang-undang
anti suap di Amerika. Terdapat dua keberatan yang sering ditemukan yaitu :
Undang-undang ini mempraktekkan semacam
imprealisme etis.
Undang-undang ini merugikan bisnis Amerika,
karena melemahkan daya saingnya.
Ada beberapa alasan mengapa mengetahui
pemakaian uang suap bertentangn dengan etika.
Bahwa praktek suap itu melanggar etika pasar.
Denagan adanya praktek suap,daya – daya pasar dilumpuhkan dan para pesaing yang
sedikit pun dapat mempengaruhi proses penjualan.
Bahwa orang yang tidak berhak, mendapat
imbalan juga.
Banyak kasus lain di mana uang suap diberikan
dalam keadaan kelangkaan. Pembagian barang langka dengan menempuh praktek suap
mengakibatkan bahwa barang itu diterima oleh orang yng tidak berhak
menerimanya, sedangkan orang lain yang berhak tidak kebagian.
Bahwa praktek suap mengundang untuk melakukan
perbuatan tidak etis dan ilegal lainnya. Baik perusahaan yang memberi uang suap
maupun orang atau instansi yang menerimanya tidak bisa membukukkan uang suap
itu seperti mestinya.
Internasionalisasi bisnis yang semakin
mencolok sekarang ini menampilkan juga aspek etis yang baru. Tidak mengherankan
jika terutama tahun-tahun terakhir ini diberi perhatian khusus kepada
aspek-aspek etis dalam bisnis internasional. Dalam bab ini kita akan membahas
beberapa masalah moral yang khusus berkaitan dengan bisnis pada taraf
internasional.
Sumber : rikysaputra94.blogspot.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar